Nami - One Piece

Kamis, 01 Oktober 2015

untuk Geodesi 2011, Mari Berpisah dengan Tertawa

untuk Geodesi 2011 ..
4 tahun yang lalu kita bertemu, asing.., kemudian berkenalan satu sama lain, berjalan 2,3, 4, .. +++, lalu mengenal semuanya, berjalan bersama, bertengkar bersama, ada amarah, kebahagiaan, tawa bersama saling memanfaatkan satu sama lain sebisanya.., hingga saat ini akhirnya tiba dimana tempat kita untuk berdiri di tempat terakhir masing-masing untuk maju dan kembali ke kehidupan awal dimana kita tidak saling mengenal, tapi yang berbeda dari saat ini dan saat sebelumnya adalah ada Kita dalam kehidupan semuanya, dalam kehidupan masing-masing. mungkin tidak akan terlihat seperti itu bagi semuanya, tapi jika kita bisa bertanya pada sejarah, maka ia akan memperlihatkan jawaban itu "Kita-Kalian (Geo-11)" .. walaupun pada kenyataannya juga begitu sulit untuk berjalan bersama, tapi ketika kadang aku menutup mataku dan mencoba melihat dunia dengan mata tertutup, ada segala hal dan dari segala hal itu ada kalian, ada kita, ada 2011 (siapapun itu bagi siapapun).
tempat terbaik di dunia dalam definisi setiap orang pastilah berbeda, tapi bagiku, tempat dimana aku bisa melihat tawa, kemarahan dan air mata tanpa tertutup, disitu aku menyukainya, sebuah tempat yang nyaman untuk mengutarakan dan bersikap semaunya dengan nyaman, walau dihujat dan menghujat balik, memaki dan memaki balik, marah, berteriak satu sama lain, tempat yang membuatmu jujur mengungkapkan rasa suka dan tidak suka, tempat untuk saling tegur dan sok mengajari satu sama lain,  tempat untuk merendahkan dan meninggikan diri satu sama lain, tempat seperti itu aku selalu menemukannya dimanapun teman-temanku berada, dan tempat itu juga ada di Geodesi 2011 kita.

tapi memberikan air mata perpisahan, itu terlalu menyakitkan, jadi aku akan tertawa, karena aku pernah menangis karena itu (sebuah perpisahan). air mata yang ku teteskan untuk perpisahan sudah mengalir dan ku pikir telah mengering 12 tahun lalu, dan tempat itupun juga di Malang, tempat aku berada disini saat ini, aku tak ingin mengulangnya, tapi aku tidak memungkiri bahwa mungkin aku akan menangis juga seperti teman-temanku malam ini. aku mengerti perasaan itu, tapi itu menyakitkan, jadi aku hanya bisa menyembuhkannya, dengan tawa dan pemahaman bahwa perpisahan itu hanya sekedar berbeda jarak dan lokasi, atau seperti kata temanku itu LDR, toh, kita hanya berbeda tempat, hanya kehilangan waktu kebersamaan lebih banyak, hanya mungkin berbeda waktu, musim, hanya detik dimana semuanya akan dimulai dengan orang dan hal baru, tapi jelas masih dibawah 1 langit yang sama, dan dalam sejarah juga telah tertulis dalam lembaran yang telah terisi. jadi aku tak ingin menangis dan mungkin saat ini kesedihan terbesarku karena perpisahan sudah terjadi 12 tahun lalu.

tapi aku tak ingin juga seperti itu, apakah kita akan menjadi canggung satu sama lain nantinya.. atau akan terlahir gengsi tersendiri.. atau masa yang dimana tidak kita habiskan bersama menjadikan kita bagai orang lain aku juga tidak tahu, dan 1 hal yang ku harap adalah hal itu tidak akan terjadi. jika 1 harapanku akan perpisahan bisa terkabul maka aku akan memohon bahwa semua perasaan ini dan itu tidak akan berubah diantara kita, yang tadinya asing, kemudian saling mengenal satu sama lain, dan kemudian ter-asingkan lagi. kuharap tidak akan seperti itu. seperti apapun kita dan akan jadi seperti apa kita nantinya, ku pikir semua akan memiliki harapan yang sama, semuanya akan tetap seperti ini, hubungan diantara kita. karena setiap orang pasti berubah, dan karena itulah sesuatu yang disebut ikatan juga bisa berubah, jika ada perubahan itu nantinya, ku harap itu takkan dan bukanlah hal yang memisahkan dan menjauh. apapun itu ku harap semuanya akan baik-baik saja.. dimanapun kita berada nantinya, jadi seperti apa kita nantinya.. semoga kita bahagia bersama dan dalam kebersamaan LDR ini.

aa.. tidakkah jalan yang ditentukan Tuhan untuk setiap orang itu berbeda, dan Tuhan punya maksud dari setiap rencananya, karena itu ku harap Kelulusan kami berlima yang lebih dulu dari kalian tidaklah menjadi suatu kepergian seperti gunting yang memisahkan apapun yang dilaluinya, setiap hal memiliki alasannya dan kelulusan kami yang lebih dulu hanya ibarat kaki yang berpindah selangkah, mungkin Tuhan ingin memberikan pelajaran yang lain yang sedikit berbeda untuk kami, dan seperti itu juga bagi kalian, kenapa jalan kita di arahkan pada jalur yang berbeda meskipun kita ingin berjalan bersama, karena ada hal lain juga yang masih ingin Tuhan tunjukkan dan ajarkan pada kalian, sama seperti kami, kita hanya ditujukan untuk berbeda tempat untuk belajar tentang kehidupan ini.

aku juga tidak ingin mengucapkan perpisahan, kata-kata perpisahan seperti mata pisau yang diasah untuk semakin tajam, entah apa fungsinya, tapi apapun itu akan memberikan jejak pada akhirnya. dalam perpisahan aku hanya menyimpan harapan dan do'a, semoga kelak semuanya akan, tetap dan menjadi baik-baik saja, bagiku takkan ada kata perpisahan dan jangan pernah ada untuk itu, biarkan saja semua mengalir dan berjalan, datang jika ingin datang, dan pergi jika ingin pergi seperti biasanya..